Selamat Datang Di Website PKH Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Jawa Timur

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Penyaluran Bansos Non Tunai 2017

Jajaran Pelaksana Program Keluarga Harapan Kab. Bondowoso, Tim KCP BNI Bondowoso, Bersama KPM usai Penyaluran Non Tunai

Kegiatan Pendamping Program Keluarga Harapan

Kegiatan Kunjungan ke KSM, Monitoring Peserta, Mendampingi KSM Saat Menerima Bantuan, Monitoring Kesehatan Ibu Hamil.

View on Village

Panorama keindahan desa Penang. Please visit and Enjoy it.

Tim Futsal UPPKH Kab. Bondowoso

Tim usai melakukan latihan bersama

Kegiatan Penyaluran Bantuan

Pendamping Membantu KSM untuk Menerima Bantuan melalui PT. POS

Giat PKH

Giat PKH
Bersama Petugas Kecamatan
Showing posts with label Seputar PKH. Show all posts
Showing posts with label Seputar PKH. Show all posts

Tuesday, 11 July 2017

Tata Cara Mengambil Uang Bantuan PKH di ATM

Salam PKH....


Banyak peserta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH yang bertanya bagaimana cara mengambil bantuan di Mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di lokasi sekitar tempat tinggal KPM. Berikut Admin berbagi caranya :

Pertama - tama ibu - ibu yang sudah menerima kartu KKS Himbara menanyakan kepada pendamping apakah bantuan PKH sudah disalurkan ke rekening masing-masing atau belum, jika sudah ada pemberitahuan, baru ibu-ibu bisa merencanakan untuk mencairkan bantuan di agen bank (yang ditunjuk) atau mesin ATM terdekat. (Jangan mudah percaya rayuan minimarket berjaringan/perorangan yang menawarkan jasa penarikan bantuan tanpa ada plang atau penunjukan resmi dari bank)

Yang kedua, Pastikan jika sudah mendengar kabar bantuan telah disalurkan ke rekening ibu-ibu, ibu-ibu mencari mesin  ATM terdekat dengan lokasi tinggal. Sesudah Ibu-ibu mendapatkan mesin ATM terdekat, pastikan Ibu-ibu mendapati logo Himbara di sekitar ATM tersebut baik dipintu ATM maupun di Mesin ATM di bagian dalam. Ini contoh logo Himbara yang wajib ada...

Logo Himbara Bujur sangkar 4 buah
Biasanya logo Himbara bersandingan dengan logo Bank....

Selanjutnya, jika sudah pasti ada ibu-ibu bisa melanjutkan transaksi di ATM tersebut, namun jika tidak ada, sebaiknya ibu-ibu balik kanan lalu pulang.... Atauuu.... Menuju Agen terdekat yang sudah ditunjuk....

Jika ada... Langkah berikutnya ibu masuk kedalam ruang mesin ATM, eits... tapi jangan lupa Pintu Ruangannya dibuka dulu agar tidak benjol di bagian dahi... dan Siapkan Kartu ATM maupun PIN yang sudah diberikan... 

Setelah masuk, pastikan Kaca Mata hitam, slayer penutup sebagian wajah, Helm dan yang menghalangi camera pengawas di atas ATM dilepas. Ini berguna agar ketika ada troubel/masalah ketika pengambilan uang, ibu-ibu bisa melakukan complain dengan bukti rekaman cctv. Horeeee ibu-ibu masuk rekaman....... 

jangan Kaget kalau didalam Ruang Mesin ATM dingin.... bukan karena berhantu atau lain2... tapi karena ada AC nya hehehe... 

Selanjutnya masukkan kartu ATM ke mesin ATM (Jangan dimasukkan saku atau dompet dulu...), dan ikuti petunjuk yang ada, seperti masukkan PIN dan pilih menu HIMBARA untuk melakukan transaksi, baik Penarikan, transfer, cek saldo dll.

Sesudah transaksi selesai, seperti penarikan tunai, segera ambil uang yang keluar dan kartu ATM (kalau kelamaan nanti kartu ATM masuk/tertelan mesin ATM). Masukkan terlebih dahulu Kartu ATM ke dalam dompet, Saku yang paling aman, atau tempat teraman lainnya yang sudah disiapkan dari rumah. Usahakan hitung uang didepan mesin ATM (jangan diluar mesin) untuk menghindari orang/oknum yang tidak bertanggung jawab. setelah uang yang diterima benar, masukkan kedalam dompet, lalu tarik struk/bukti penarikan dan simpan bersama kartu ATM tersebut. 

Pastikan tidak ada barang pribadi yang tertinggal di dalam ruang mesin ATM baik kontak kendaraan, HP, Helm, dompet, kartu ATM dan lain-lain. Balik kanan lalu buka pintu kembali, Agar tidak benjol di dahi bertambah parah.....

Tutup pintu dan panggil ojek anda untuk mengantar ke tempat tujuan selanjutnya....

Salam PKH.....
*Panduan ini berlaku untuk mesin ATM Jomblo/yang sendirian, kalau ramai ramai dan ditempat umum silahkan hapus ingatan ibu-ibu di bagian yang tidak perlu,
*Jangan pernah membelikan bantuan PKH untuk Rokok atau Pulsa HP apalagi untuk baju lebaran, utamakan untuk kebutuhan gizi anak anda.
*Penarikan Bantuan melalui Agen Resmi atau ATM Himbara adalah Gratissssssss..... 

Bagikan atau share website ini kepada teman-teman sesama penerima PKH atau KPM agar lebih mudah dalam bertransaksi di Mesin ATM.

Berikut contoh videonya....



Friday, 9 June 2017

Sunday, 28 May 2017

Bansos Non Tunai Edisi Perdana di Kab. Bondowoso

(Ki-Ka) Mitro BS (BNI), Wawan Purwadi (Korkab), Drs Amir Hidayat (Kadinsos), Prihanto P. Widodo (BNI), Anisatul Hamidah (Dinsos) melakukan monitoring persiapan penyaluran bansos.
Bondowoso,(28/05/2017). Bantuan Sosial Non Tunai yang dicanangkan Pemerintah ditahun 2017 melalui Kementerian Sosial menjadi salah satu alternatif penyaluran yang lebih efektif kepada masyarakat prasejahtera untuk mengenalkan sistem perbankkan yang memiliki tujuan untuk efisiensi serta penghematan anggaran.

Dinas Sosial kabupaten Bondowoso hari ini mendapat kesempatan untuk melaksanakan penyaluran bansos non tunai yang pertama kali sesuai dengan instruksi Kementerian Sosial. Agenda pertama ini, penyaluran bantuan dilaksanakan di kecamatan Maesan dengan sasaran 3275 kpm selama 2 hari sejak tanggal 28 - 29 Mei 2017.

Bank Negara Indonesia (BNI) KCP Bondowoso sejumlah kurang lebih 20 personil diterjunkan untuk melayani penyaluran Bansos perdana di Bondowoso. Sejumlah Pendamping PKH kecamatan Maesan turut serta mendampingi sekaligus mengawasi jalannya kegiatan pagi ini.


 Turut hadir serta mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kepala Dinas Sosial kabupaten Bondowoso Bapak Drs. H. Amir Hidayat, Msi beserta Ibu Anisatul Hamidah, Msi selaku Kabid yang membidangi Program Keluarga Harapan (PKH) dan turut hadir pula Kepala KCP BNI Bondowoso Bapak Prihanto Puji Widodo didampingi oleh Bapak Mitro Bambang Susilo selaku Koordinator Penyaluran Bansos yang bertempat di Balai Desa Pujer Baru Kecamatan Maesan.


Penyaluran bansos non tunai kali ini diharapakan masyarakat penerima bantuan lebih mengenal sistem perbankkan serta mulai menggunakan fasilitas perbankan seperti menabung, transfer antar rekening, melakukan penarikan bantuan di agen-agen yang telah ditunjuk oleh bank, serta dengan adanya kemudahan-kemudahan ini, masyarakat prasejahtera bisa lebih efisien dan hemat dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya nanti mengarah kepada perbaikan status ekonomi maupun pemberdayaan.

Perlu difahami juga bahwa rekening serta kartu HIMBARA yang diterima dan digunakan oleh KPM adalah kartu/rekening yang bebas dari biaya administrasi bulanan serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis penerimaan bantuan pemerintah lintas sektoral.(sar)


Saturday, 17 December 2016

Serba-serbi Penyaluran Tahap 4 2016 Kab. Bondowoso

Monitoring dan Evaluasi oleh Koordinator Wilayah Jatim II di Kecamatan Wonosari.
Bondowoso, Penyaluran Bantuan Program Keluarga Harapan tahap 4 tahun 2016 di kabupaten Bondowoso telah selesai dilaksanakan. Adapun serba-serbi kegiatan penyaluran kali ini terekam dari berbagai sumber. (sar)
Crew bersama PT Pos seusai Penyaluran di Kecamatan Botolinggo.

Proses Penyaluran di kecamatan Sukosari.


Operator membantu pendamping dalam kegiatan penyaluran.
Persiapan Penyaluran di Kecamatan Cermee.

Penyaluran di kecamatan Maesan.


Petugas Bayar bersama pendamping menuju desa terpencil di kecamatan Cermee

Penyaluran di kecamatan Sempol.


Foto bersama Pendamping dan Petugas Bayar di kecamatan Tlogosari.
Pendamping kecamatan Tapen seusai penyaluran.

Selfie pendamping kecamatan Tamanan sebelum Penyaluran



Tuesday, 25 October 2016

RAKORDA PKH JAWA TIMUR TAHUN 2016

Pengarahan Menteri Sosial Republik Indonesia Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, (25 Oktober 2016). Keluarga Besar PKH (Program Keluarga Harapan) meliputi Pendamping dan Operator Se-Jawa Timur pagi ini melaksanakan Kegiatan bersama dalam rangka RAPAT KOORDINASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) JAWA TIMUR TAHUN 2016, dengan tema "Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat PKH Melalui Komplementaritas Program Bantuan Sosial Non Tunai". Bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya rapat koordinasi ini diikuti kurang lebih 800 peserta, dengan melibatkan unsur Dinas Sosial Kota/Kabupaten, Pendamping dan Operator, serta beberapa instansi lain pendukung Program Keluarga Harapan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Menerima Piagam Penghargaan atas Juara I UPPKH Kab. Bondowoso dalam lomba Video PKH Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pembukaan Rapat Koordinasi tahun 2016 kali ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Drs. Saifullah Yusuf dengan beberapa harapan dan motivasi kepada para pendamping dan operator yang hadir dalam rapat koordinasi Se Jawa Timur. Dalam agenda ini disampaikan pula Juara lomba Kesekertariatan UPPKH Kab/Kota yang diikuti 38 Kota dan Kabupaten Se-Jawa Timur yakni : Juara 1 Kabupaten Pamekasan (Piagam dan uang pembinaan 10 juta), Juara 2 ; Kab. Kediri, Juara 3 Kab. Mojokerto, Juara Harapan 1 Kota Madiun, Juara Harapan 2 Kab. Sumenep, Juara Harapan 3 Kab. Pacitan. Sedangkan untuk lomba Video PKH Juara 1 diperoleh Kabupaten Bondowoso dengan judul "Arti Dia", Juara 2 di peroleh Kabupaten Probolinggo dengan Judul "Pendidikan Gratis diLingkungan Bisnis", Juara 3 diperoleh Kabupaten Jombang "makna dan arti Koperasi".
Koordinator UPPKH Kab. Bondowoso (Baju Hitam) Bapak Wawan Purwadi, SH Menerima Piagam Penghargaan Juara I Video PKH Tingkat Jawa Timur bersama Pendamping.

Pendamping UPPKH Bondowoso yang turut hadir menerima Penghargaan Juara I 


Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari ini membahas agenda materi yang bertajuk "Komplementaritas dan sinergitas PKH" yang disampaikan oleh Dirjen PFM (Penanganan Fakir Miskin), Kebijakan Perluasan PKH 2017 yang disampaikan oleh Dirjen Linjamsos (Perlindungan Jaminan Sosial) Kementerian Sosial Republik Indonesia, Serta Penyampaian mekanisme penyaluran Non Tunai Oleh Direktur Bank BNI 46 regional I Surabaya.

Peserta Rakorda PKH Se-Jawa Timur Tahun 2016


Pada Akhir Rakorda PKH Se-Jawa Timur, disampaikan pengarahan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Ibu Khofifah Indar Parawansa yang salah satu instruksinya meminta agar pemerintah daerah lebih memperhatikan pendamping PKH di kabupaten dan kota masing masing, ini juga  sekaligus menutup acara Rakorda tahun 2016. 

Sunday, 16 October 2016

Validasi Calon PBM PKH 2016


Tim Validator Kec. Klabang Kab. Bondowoso
Bondowoso. Tahun 2016 merupakan tahun ke-9 berjalannya Program Keluarga Harapan di Indonesia, salah satu kabupaten pelaksana dalam kegiatan ini adalah kabupaten Bondowoso di Jawa Timur. Tahun 2016 juga merupakan kali ke-6 di kabupaten Bondowoso mendapat tambahan kuota untuk kepesertaan PKH. Kegiatan ini sangat memberikan manfaat kepada daerah dikarenakan kegiatan ini membantu daerah untuk mengurangi angka kemiskinan yang jumlahnya sangat besar. 

Proses penambahan kuota bagi daerah penerima bantuan manfaat (PBM) harus melalui beberapa proses/tahapan yang banyak masyarakat kurang memahami alur proses menjadi Peserta PKH.

Adapun Alur tersebut antara lain : 
1. Kemensos menerima data kemiskinan secara global dari BPS,
2. Kemensos mengolah data untuk selanjutnya memberi kode (proses cooding)
3. Data yang sudah memiliki kode untuk selanjutnya dilakukan validasi
4. Validasi dilakukan oleh pendamping (yang sebelumnya telah menerima undangan) sesuai dengan data yang ada di masyarakat (calon peserta) baik KK, KTP, Raport, KIA (Posyandu) dan beberapa persyaratan pendukung lainnya,
5. Bersamaan dengan hal itu dilakukan verifikasi/kecocokan data seusai kegiatan pertemuan awal dengan seluruh calon penerima, 
6. Hasil validasi dan verifikasi dikirim kembali ke Kemensos untuk dilaporkan dan diolah dengan mengikuti aturan dan persyaratan yang berlaku.

Beberapa kegiatan validasi yang dilakukan oleh pendamping diantanya:





Wednesday, 31 August 2016

Pengumuman Seleksi Tenaga Operator & Pendamping

Berikut Link Pengumuman Seleksi Tenaga Operator dan Pendamping tahun 2016

Daftar Link : http://www.kemsos.go.id/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=227

Monday, 29 August 2016

Anggaran Dipangkas, Kemensos Rangkul Relawan


Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 04 Tahun 2016 tentang Efisiensi Anggaran di sejumlah kementrian berdampak juga di Kementrian Sosial. Di APBN 2016 ini, anggaran di Kemensos terpangkas sekitar Rp 3,1 Trilyun. Dengan semakin berkurangnya anggaran ini, Kemensos kembali memetakan sejumlah anggaran di sattuan kerja (satker) yang ada.
Menjalin kemitraan dengan berbagai relawan juga menjadi pilihan ditengah keterbatasan anggaran ini. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa, saat menutup milad ke lima Sedekah Rombongan di Hotel D’Season, Bandengan Jepara, Minggu (28/8/2016).
Menurut Khofifah, awalnya anggaran APBN 2016 di Kemensos yang masih dibintang ada Rp. 600 Milyar. Anggaran ini harapannya bisa cair di APBN-P, akan tetapi di APBN-P justru ada pengurangan kembali Rp 1,6 trilyun sehingga menjadi Rp 2,2 trilyun. Ada lagi pengurangan sebesar Rp. 954 milyar untuk self blocking sehingga diperlukan kordinasi antar satker.

“Sehingga total anggaran kita di APBN 2016 ini terpangkas sekitar Rp 3,1 trilyun,” kata Khofifah.
Khofifah menambahkan, pihaknya berterimakasih terhadap relawan-relawan sosial seperti Sedekah Rombongan ini yang membantu antar sesama. “Kita terus berupaya melakukan sinergi dengan kemitraan-kemitraan yang turut membantu tugas-tugas sosial karena keterbatasan anggaran di Kemensos,” katanya.
Selain mengefektifkan kemitraan dengan relawan, kata Khofifah, Kemensos akan memaksimalkan sistem penjangkauan daripada panti atau layanan regular yang anggrannya tiga kali jauh lebih mahal.
“Hal ini supaya targetnya tetap terpenuhi. Jika misalnya di panti rehabilitasi dibutuhkan anggaran Rp 150 juta, maka akan dikurangi menjadi Rp 75 juta,” imbuhnya.
Meskipun mengalami efisiensi, lanjut Khofifah, untuk anggaran PKH dan Bansos tidak akan dikurangi sesuai dengan Inpres tersebut. Saat ini sudah selesai proses rekruitmen baru untuk sekitar 9 ribu pendamping PKH. “Jika mereka mulai masuk September nanti, maka tentu akan berpengaruh pada efisiensi itu,” tandasnya.
Sumber : swarajepara.net

Sunday, 28 August 2016

Merchandise "Bantal Leher PKH"


Salah satu upaya meningkatkan produktifitas pendamping agar memiliki daya saing dan kemampuan untuk memberdayakan masyarakat miskin adalah dengan memproduksi kerajinan tangan. Pendamping UPPKH Kecamatan Botolinggo memulai dengan berupaya memproduksi produk lanjutan berupa kerajinan bantal leher sebagai upaya memberikan contoh kepada KM agar mau untuk berupaya karena pangsa pasar yang sangat luas bagi KM yang ingin berusaha. 

Demi mendukung keberlangsungan perluasan usaha pemberdayaan oleh pendamping, terkait informasi pemesanan/order, dan pembelian produk Merchandise bantal leher dapat menghubungi :
Uppkh botolinggo


Salam PKH!!!

Monday, 25 April 2016

Thursday, 10 March 2016

Penjelasan Pemerintah Tentang KKS, KIP, KIS dan PKH

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan klarifikasi mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kamis (10/3) sore di Istana Merdeka, Jakarta.
Seusai memberi pernyataan pembuka, Presiden Jokowi mempersilakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menjelaskan kepada pers mengenai kartu perlindungan sosial yang telah diluncurkan, seperti KIS dan KIP.
Awali keterangannya, Menko Bidang PMK menyampaikan bahwa berkaitan dengan KIS sedang dilakukan mekanisme teknis yang masih harus dilakukan bulan Maret sampai April.
“Namun insya Allah untuk pendistribusian Kartu Indonesia Sehat sudah 90 persen terlaksana dan insya Allah sampai nanti Maret-April ini semua selesai. Bahkan verifikasi, validasi data juga kami update terus sehingga memang hanya penerima yang berhak yang akan mendapatkan Kartu Indonesia Sehat,” tutur Menko Puan. Tahun ini, menurut Puan, yang akan menerima Kartu Indonesia Sehat juga bertambah menjadi 92 juta.
Sementara itu, berkaitan dengan KIP, Menko Bidang PMK menyampaikan bahwa Kartu Indonesia Pintar memang hanya diberikan setahun sekali setiap tahun kenaikan kelas atau tahun ajaran baru pada bulan Juni atau Juli.
“Pemerintah berharap bahwa bulan April semua distribusi Kartu Indonesia Pintar memang sudah bisa diterima oleh semua anak Indonesia yang berhak menerima Kartu Indonesia Pintar sebelum pemanfaatannya itu bisa mereka ambil pada bulan Juni dan Juli,” jelas Mbak Puan, panggilan akrab Menko Bidang PMK.
Mengenai kartu-kartu lain, atau program lain, Menko menjelaskan bahwa ada Program Keluarga Harapan yang akan diberikan oleh Mensos yang pelaksanaannya nanti akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Maret ini.
“Akhir Maret ini di tempat yang sedang kita cari yang sesuai dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Di mana semua keluarga harapan yang memang berhak menerima insya Allah dengan data yang baru memang tidak akan terlewatkan,” tutur Menko Puan. Di akhir keterangannya, Menko Bidang PMK sampaikan bahwa jika sebelumnya ada keluarga yang tidak berhak maka akan ditarik kembali untuk diberikan kepada yang berhak.
“Semua keluarga yang kemarin mendapatkan mohon maaf kalau ternyata tidak berhak untuk menerima akan kami tarik dan kami ganti kepada keluarga-keluarga yang akan mendapatkan,” pungkas Mbak Puan.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan bahwa berbagai Program Perlindungan Sosial apakah KKS, KIP, KIS, dan sekarang PKH ini sekarang sedang terus dilakukan secara maksimal mengenai ketelitian atau presisi dari seluruh data yang dimiliki.
“Karena BPJS misalnya sebagai pelaksana Kartu Indonesia Sehat itu pada saat ini sebenarnya sudah bisa memberikan layanan bagi 92,4 juta. 92 jutanya itu untuk masyarakat dan 400 ribu-nya untuk bayi baru lahir dari keluarga kurang mampu. Pada posisi ini sesungguhnya pemerintah sudah bisa menyiapkan sekitar 35% dari 40% data untuk keluarga kurang mampu. Sementara KKS itu menyasar 25% keluarga kurang mampu,” jelas Mensos.
Sekarang ini, lanjut Mensos, ada PKH (Program Keluarga Harapan) yang sering kali dikenal dengan conditional cash transfer. “Dari APBN yang ada sekarang kita bisa menyasar 11% persen dari keluarga kurang mampu,” tutur Mensos.
Format conditional cash transfer itu digunakan, menurut Mensos, karena memang ada persentase tertentu yang belum terpenuhi dari budget APBN kita.
“Seandainya kita bisa memenuhi 40% dari keluarga kurang mampu, semuanya mendapatkan KIS, seandainya kita bisa memenuhi 40% keluarga kurang mampu mendapatkan KKS, atau mendapatkan PKH mungkin kita sudah tidak lagi menemukan ini belum tersisir, ini belum tersisir, dan seterusnya,” jelas Mensos Khofifah.


Dengan membaiknya kondisi ekonomi, lanjut Mensos, harapannya dari 40% masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah, jadi 40% terendah itu sudah dilakukan pe-ranking-an. “Harapannya adalah 40% ini seluruhnya bisa mendapatkan berbagai program perlindungan sosial, apakah KKS, KIP, KIS, maupun PKH,” pungkas Mensos akhiri keterangannya. (UN/EN) 
(sumber : setkab.go.id)

Saturday, 16 January 2016

Sekretariat UPPKH Kecamatan Botolinggo

Papan penunjuk Sekretariat UPPKH. Kec Botolinggo.

Kantor Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso

Sekretariat UPPKH Kecamatan Botolinggo beralamatkan di Jalan Raya Lumutan No. 1 Botolinggo.

Thursday, 7 January 2016

Film Pendek Ibuku Hebat


Saturday, 26 December 2015

Penyaluran Bantuan Bagi KSM Tahap 4 Tahun 2015


 Foto : Pendamping membantu mengarahkan Peserta Mengisi Slip Penarikan

Foto 2: Tim UPPKH Botolinggo bersama Tim PT. Pos Persero sesaat setelah melaksanakan penyaluran bantuan.

Foto 3: Bapak Nono selaku Koordinator PT. Pos. Persero menunggu hasil rekonsiliasi setelah penyaluran.

Add caption
Botolinggo. Hari ini (27/12/15), UPPKH Kecamatan Botolinggo bekerja sama dengan PT. Pos Persero Kabupaten Bondowoso melaksanakan penyaluran Bantuan untuk Peserta Program Keluarga Harapan di wilayah Kecamatan Botolinggo. Kegiatan ini merupakan rangakaian dari tugas pendamping yakni mendampingi peserta pada saat penyaluran bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penyaluran kali ini merupakan penyaluran Tahap Ke 4 ditahun 2015, dimana setiap tahun kepesertaan, bantuan disampaikan dalam 4 tahap. Begitu pula di Kecamatan lain diKabupaten Bondowoso, Penyaluran berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal 27 Desember - 28 Desember 2015 sesuai jadwal yang telah ada. 


Monday, 5 October 2015

Festival Anak Sholeh PKH 2015


Bondowoso. Dalam rangka menyambut datangnya bulan Muharram tahun 2015. Kabupaten Bondowoso mengadakan kegiatan rutin yakni "Kegiatan Festival Muharram Kabupaten 2015." Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 14 Oktober Hingga 7 Nopember 2015. 

Salah satu agenda yang akan dilaksanakan terkait dengan Program Keluarga Harapan adalah, kegiatan Festival Anak Sholeh PKH. Kegiatan ini rencananya akan digelar pada tanggal 18 Oktober 2015 yang diisi dengan beberapa event diantaranya : lomba pidato anak, Tilawatil Qur'an anak, mewarnai kaligrafi, serta Bazar produk KSM yang pesertanya merupakan peserta Program Keluarga Harapan dari 23 kecamatan di Bondowoso. 

Selain dari kegiatan tersebut, banyak sekali event baik perlombaan maupun lainnya diantaranya, : khotmil qur'an, tilawatil qur'an (umum), pildacil, Expo,  opera van madura, parade lampion dan masih banyak event lainnya yang akan berlangsung selama 3 minggu. (sar)

Friday, 18 September 2015

HORAS MEDAN!!! PROGRAM KELUARGA HARAPAN MENYENTUH SUMATERA UTARA

Ir. M. Zainul Arifin, M.P saat memberikan pengarahan di hadapan Operator dan Pendamping di Medan, Sumatera Utara (18/09/15).
Medan. Hari ini (kemarin,red) diadakan kegiatan Bimbingan Teknis Service Provider dan Regular Program Keluarga Harapan (PKH) untuk daerah pengembangan di Kota Medan Sumatera Utara.  Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Service Provider merupakan agenda Kementrian Sosial RI yang dilaksanakan untuk mempersiapkan para pelaksana Program Keluarga Harapan (Pendamping & Operator) serta instansi/Lembaga pendukung (Petugas Fasilitas Pendidikan & Fasilitas Kesehatan).

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari beberapa wilayah kota/kabupaten diantaranya Medan, Serdang, Nias, Tebing Tinggi, Langkat, Binjai dan Pematang Siantar kali ini menjadi kegiatan pembuka bagi kegiatan lainnya di wilayah pengembangan PKH provinsi Sumatera Utara. 

Istimewanya kegiatan bimbingan teknis kali ini, pemateri  adalah tenaga Instruktur Kementrian Sosial RI yang merupakan salah satu pelaksana kegiatan PKH terbaik ditataran nasional. Salah satu pemateri tersebut adalah Ir. M. Zainul Arifin, M.P, yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Beliau merupakan salah satu Pelaksana Program Keluarga Harapan yang berpengalaman sejak PKH menyentuh masyarakat miskin di Kabupaten Bondowoso tahun 2007.

Agenda kali ini, juga memberikan kesempatan bagi para service provider yang menjadi peserta bimbingan untuk dapat secara langsung menerima penjelasan serta menyampaikan pertanyaan seputar kegiatan awal yang meliputi, pertemuan awal, validasi peserta,  dan tata cara pelaporan serta kegiatan lain diluar kegiatan utama pendampingan kepada KSM yang merupakan bagian dari kegiatan pendampingan sosial kepada masyarakat (pekerja sosial). Horas Medan, Horas PKH!!! (sar)

Pesan Mensos Kepada KSM : Uang Bantuan Jangan di Belikan Pulsa


Tulungagung, Beberapa waktu yang lalu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kantor Pos Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kunjungan Khofifah untuk memantau penyerahan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan salah satu program Kementerian Sosial yang dipimpin Khofifah. 

Dalam sambutannya, Khofifah mengingatkan masyarakat Tulungagung agar bijak dalam menggunakan dana bantuan tersebut. Khofifah menegaskan, dana tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan yang konsumtif. 

"Saya minta tolong, negara menyiapkan uang untuk perbaikan gizi putra-putri panjenengan(Anda). Jangan untuk beli pulsa," ujar Khofifah di Kantor Pos Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (6/9/2015). 

Dia juga mengingatkan kepada para ibu hamil agar menggunakan dana tersebut untuk kesehatan janinnya. Begitu juga untuk ibu yang memiliki balita, agar menggunakan dana bantuan untuk memenuhi gizi anaknya. 

"Yang hamil untuk perbaikan gizi janin dan ibunya. Yang balita untuk perbaikan gizi balitanya. Bilang sama bapaknya di rumah supaya ngalah. Kalau ada daging secuil di rumah, ya jangan dimakan bapaknya," pungkas Khofifah. 

PKH adalah program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada keluarga sangat miskin (KSM). PKH diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, selain  memberikan kemampuan kepada keluarga sangat miskin untuk meningkatkan pengeluaran konsumsi. 

PKH diharapkan dapat mengubah perilaku KSM untuk memeriksakan ibu hamil, nifas, atau balita ke fasilitas kesehatan, dan mengirim anak ke sekolah dan fasilitas pendidikan. Dalam jangka panjang, PKH diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi. 

Bantuan PKH diberikan kepada ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada keluarga bersangkutan. 

Jika tidak ada ibu, yang menerima adalah kakak perempuan dewasa. Yang berhak mengambil pembayaran adalah yang namanya tercantum di kartu PKH dan bukan wakilnya. Bantuan minimun per KSM. antara Rp 950 ribu hingga Rp 3,7 juta per tahunnya. (sar)

Sumber :www.liputan6.com

Sunday, 13 September 2015

Penegasan Mensos : "PKH berbeda dengan PSKS"


Jawa Tengah: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa secara langsung membagikan bantuan kepada penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Tengah.


Bantuan dalam rangka paket kebijakan ekonomi tersebut, secara simbolis diterima langsung oleh keluarga Subimo, Minggu (13/9/2015), di Desa Pacul, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Setidaknya ada 51 keluarga yang menerima PKH di kecamatan tersebut.



Kata Khofifah, pemberian kepada penerima manfaat PKH dilakukan secara langsung sekaligus untuk mengontrol bantuan agar dapat diterima langsung bagi penerima manfaat.



"Saya ingin memastikan program dari pemerintah pusat sampai kepada penerima manfaat," kata Khofifah, di lokasi pemberian bantuan, Jawa Tengah, Minggu.



Khofifah, memastikan bagi penerima manfaat PKH akan sampai ditangan penerima manfaat. Sebab, pencairan dana dilakukan dengan transfer. Selain itu kata dia, program bantuan bersyarat ini juga berbeda pencairannya dengan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).



"Ini beda dengan PSKS, kalau PKH menerima bantuan dengan syarat," ujarnya.



Khofifah menjelaskan, bagi penerima PKH yaitu kondisi masyarakat dengan ekonomi terendah. Mereka kata Khofifah, akan menerima bantuan Rp500 ribu pertahun.



Selain itu jika penerima manfaat PKH, hamil, maka akan ditambah Rp1 juta. Namun, pembagian dibagi menjadi 4 tahap.



"Jadi kalau dia hamil, Rp500 ribu ditambah Rp250 ribu, total Rp750 ribu, jelasnya.



Kemudian, jika dalam keluarga PKH mempunyai balita dan didaftarkan dalam PKH, maka balita tersebut juga mendapatkan Rp 1 juta. Kemudian jika anak sudah menginjak SD, maka juga mendapat bantuan Rp1 juta yang pembagian juga dibagi 4 tahap.



Khofifah memastikan, PKH juga berbeda manfaatnya dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kata dia, penerima manfaat KIP dilakukan secara personal.



"Maksimal tiga anak dalam setiap PKH," tukasnya. (asn) sumber : antara

Wednesday, 9 September 2015

Pemahaman Tugas Pendamping PKH "PERTEMUAN AWAL"

Materi ini disampaikan kembali untuk menjawab pertanyaan melalui email.

Penanya : "Sebagai pendamping baru yang belum melaksanakan diklat, yang ingin saya tanyakan, apa yang dimaksud dengan kegiatan pertemuan awal?" trimz sebelumnya admin.

Admin : "Terima kasih atas pertanyaan saudara penanya, dan sebelumnya admin ucapkan selamat bergabung dalam keluarga besar PKH. Langsung saja, Kegiatan Pertemuan awal merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pendamping baru di wilayah pengembangan/yang belum sama sekali mendapatkan bantuan PKH. Juga tidak berlaku kepada pendamping baru yang statusnya pengganti pendamping sebelumnya. Dalam kegiatan ini ada beberapa hal yang dilakukan diantaranya :
  1. Mengundang dan mengumpulkan calon peserta penerima bantuan PKH sesuai dengan surat dari Kementrian Sosial RI,
  2. Menjelaskan tujuan, kewajiban, hak, dan segala hal yang perlu disampaikan kepada calon peserta,
  3. Melakukan kegiatan validasi data sesuai kondisi calon penerima  saat ini sesuai juklak dan juknis validasi serta mengumpulkan persyaratan yang sudah dibawa oleh calon peserta sebagai dasar bahan validasi,
  4. Mengumpulkan hasil validasi data untuk selanjutnya di proses oleh operator UPPKH kab/kota setempat,
Demikian sedikit informasi tentang kegiatan "Pertemuan Awal". Semoga bermanfaat.

Penanya
Adrixxxxxxxx@yahoo.co.id